Kunyahlah Permen Pasca Operasi Caesar

Kompas.com - 02/09/2009, 12:30 WIB

KOMPAS.com - Selama ini banyak ibu yang mengeluhkan gangguan konstipasi pasca operasi caesar. Bila dibandingkan dengan ibu yang melahirkan secara normal (per vaginam), fungsi pencernaan ibu yang melahirkan lewat operasi caesar memang lebih lama pulih.

Untuk mengatasinya, cobalah kunyah permen karet tanpa gula agar perut bisa bergerak. Saran itu disampaikan oleh peneliti dari Mesir. Dalam penelitian mereka, ibu-ibu yang mengunyah permen setelah dioperasi, fungsi perutnya lebih cepat pulih dan masa perawatan di rumah sakit pun bisa dipercepat.

Operasi caesar adalah melahirkan janin melalui sayatan dinding perut (abdomen) dan dinding rahim (uterus). Karena sayatan di abdomen tadi, fungsi usus pun jadi melambat yang berakibat pada terjadinya konstipasi atau sembelit pasca operasi.

Nah, mengunyah permen bisa merangsang respon sistem saraf dan membantu dilepaskannya hormon-hormon yang dibutuhkan pencernaan untuk menstimulasi aktivitas perut.

"Mengunyah permen adalah solusi yang aman dan murah. Para ibu yang terlibat dalam penelitian ini pun dengan senang hati melakukannya," kata Dr.Karim Abd El-Maeboud, dari Ain Shams University, Kairo, Mesir.

Dalam penelitian ini, para wanita yang mengunyah permen paska operasi, fungsi pencernaannya sudah normal kembali 21 jam pasca operasi. Sedangkan yang tidak mengunyah permen, pencernaannya baru normal 30 jam kemudian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau